KOMPAS

0

 KOMPAS

Setiap perintis di hutan atau  pelaut di lautan memerlukan sebuah kompas. Kapan-kapal yang mengarungi lautan besar,  para pilot yang mengendalikan pesawat terbang diangkasa luas, selalu memerlukan kompas. Pedoman/kompas merupakan sebuah alat antu navigasi petunjuk arah mata angin secara magnetis yang memanfaatkan medaan magnet bumi. Prinsip kerja kompas berkaitan dengan adanya gaya tarik menarik antara magnet pada jarum magnet pada kompas yang terbuat dari magnet terbuat dari kutub utara dan selatan akan selalu menuju arah utara dan juga  selatan (magnetis).

Materi kompas menjadi salah satu tenik kepramukaan yang perlu dikuasai untukkegiatan lapangan. Oleh karenanya jenis, bagian dan fungsi kompas terdapat dalam Syarat Kecakapan umum (SKU) mulai dari tingkat Siaga sampai Penegak. Pada poin SKU ke-24 Pramuka Penggalang Ramu berbunyi “Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebardengan pencpaian antara lain :

1.      Dapat menyebutkan minimal 8 arah mata angin dan besaran derajatnya dengan kompas

2.      Tahu dan dapat menyebutkan jenis-jenis kompas

3.      Dapat menjelaskan alasan jarum magnet komas selalu ke arah utara

4.      Dapat menunjukkan arah mata angin tanpa menggunakan kompas.

Sedangkan pada poin ke-24 SKU Pramuka Penggalang Rakit Berbunyi “Dapat menggunakan kompas dan membuat pea pita, menaksir kecepatan arus dan kedalaman dengan pencapaian, antara lain :

  • Dapat menunjukkan 16 arah mata angin dengan menggunakan kompas
  • Dapat membuat peta pita dengan bantuan kompas.

Kompas juga memiliki fungsi untuk mengetahui arah dan besaran derajat suatu arah dan mengetahui lokasi suatu medn berdasarkan peta. Berikut adalah 16 arah mata angin beserta derajatnya yang wajib diketahui oleh setiap anggota pramuka antara lain :


A.    Arah mata angin pokok

1.      Utara /  0° atau 360°

2.      Timur / 90°

3.      Selatan / 180°

4.      Barat / 270°

B.     Arah mata angin umum

1.      Timur laut / 45°

2.      Tenggara / 135°

3.      Barat Daya / 225°

4.      Barat Laut / 315°

C.     Mata angin tambahan

1.      Utara Timur Laut / 22,5°

2.      Timur Timur Laut / 67,5°

3.      Timur Menenggara / 112,5°

4.      Selatan Meneggara / 157,5°

5.      Selatan Barat Daya / 202,5°

6.      Barat Barat Daya / 247,5°

7.      Barat Barat Laut / 292,5°

8.      Utara Barat Laut / 337,5°

Jenis-jenis Kompas Yang Ada di Pasaran

Kompas yang kita ketahui selama ini terbagi menjadi dua yaitu analog dan digital. Padahal masih banyak jeis lainnya, berikut macam dan jenisnya :

A.    Kompas Analog

Kompas analog merupakan kompas yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit kompas jenis ini banyak digunakan anggota pramuka sebagai materi pengenalan. Selain itu kompas analog ini terdiri dari beberapa jenis, antara lain :

1.      Kompas Biasa

Merupakan salah satu kompas yang sederhana dalam penggunaan dan pembacaan. Kompas ini terdiri dari jarum magnet dan harganya relatif murah. Namun untuk tingkat akuransinya dalam menentukan arah yang tepat tergolong rendah.

2.      Bidik atau Prisma

Kompas bidik memiliki fungsi sebagai pembidik besar derjat pada sebuah medan (bentang alam sebenarnya) yang kemudian merancangnya ke dalam peta. Jenis kompas bidik yang sering kita gunakan dalam kegiatan-kegiatan alam pramuka.

3.      Silva

Kompas silva atau orientasi memiliki fungsi untuk orientasi lapangan (perhitungan dan pembacaan peta secara langsung). Selain itu, kompas ini juga dapat digunakan sebagai pengganti busur derajat untuk mengukur besar sudut peta.

B.     Kompas Digital

Kompas jenis ini menggunakan proses dgitalisasi untuk menetukan arah mata angin secara tepat. tentu saja cara kerja kompas ini menggunakan teknologi komputerisasi. Memiliki tujuan untuk melengkapi kebutuhan robotika dan alat-alat elektronik yang semakin canggih.

Salah satu kompas yang sering kita jumpai adalah GPS (Global Positioning System) dengan memanfaatkan jaringat internet. Produk komersial biasa kita jumpai Google Maps dan GPS Garmin. Sistem GPS juga dapat menetukan letak objek secara akurat di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. GPS secara default sudah terinstall di smartphone kita.

Bagian-bagian pada Kompas


1.      Visir                      : Kawat halus untuk membidik sasaran

2.      Tutup dial              : Memiliki 2 garis dengan sudut 45° dan dapat diputar

3.      Jarum penunjuk     : Menunjukkan magnet bumi bagian utara

4.      Celah bidik            : Untuk melihat bidikan dari visir

5.      Lensa pembesar     : Lensa cembung untuk melihat angka dalam skla kompas

6.      Pengait jempol      : Memiliki fungsi untuk menstabilkan posisi saat membidik dengan memasukkan jempol/ibu jari, serta dapat juga untuk menggantung kompas

7.      Kaca pelindung     : Untuk melindungi magnet dari debu dan kotoran

8.      Skala kompas        : Terdapat nama arah mata angin beserta nilai derajatnya

9.      Garis penunjuk orientasi : Merupakan nilai hasil bidikan

10.  Penutup                 : Untuk menutup kompas ketika selesai membidik.

Cara Menggunakan Kompas Bidik

Kompas bidik berbeda dengan kompas biasa. Kompas bidik memiliki fungsi untuk membidik atau menembak sudut pada alam atau bentangan alam sebenarnya, yang kemudian sudut tersebut bisa diproyeksikan kepada peta. Kompas bidik digunakan dengan membidik secara langsung pada sasaran untuk membaca sudut sasaran pada skla kompas. Kompas bidik fungsi utamanya adalah memudahkan menghitung sudut sasaran bidik, baik tempat maupun benda, secara langsung. Sudut sasarannya adalah besar sudut yang dihasilkan dari arah bidikan da arah jarum utara. Kompas ini memiliki garis lembut dengan poros vertikal yang berfungsi untuk membidik sasaran dan menentukan posisi derajat sasaran.

Berikut cara menggunakan kompas bidik yang benar :

1.      Buka penutup kompas, kemudian posisikan tutupnya hingga tegak lurus

2.      Tarik cincin yang digunakan untuk tempat masuk jempol. Masukkan ruas pertama jempol kanan ke dalamcincin tersebut.

3.      Posisikan telunuk sejajar dan memegang penutup yang berdiri tegak

4.      Jari-jari lain memegang penutup kompas dan lengan lurus kedepan. (Kamu juga bisa meletakkan kompas pada tongkat statis).

5.      Dekatka kompas kedepan mata.

6.      Untuk mencari tanda / titik yang dijadikan patokan dalam membidik pilih benda yang jauh tetapi jelas terlihat dan tidak terhalang

7.      Hasil bidikan angkanya bisa dilihat pada kompas. Kisalnya angka 40 maka disebut azimuth 40°

8.      Selanjutnya kamu tinggal bergerak menuju titik yang telah dibidik oleh kompas tadi

9.      Setelah sampai dititik yang dituju, kamu harus bidik titik selanjutnya, demikian seterusnya secara berulang.

Selalu periksa kompas bidik apakah berfungsi dengan baik dan akurat. Caranya lihat bagian luar kompas apakah ada kerusakan yang parah. Kemudia perhatikan bagian visirnya, apakah ada yang bermasalah pada bagian visir atau benang lurus dengan garis garis bidik dan dial ini. Pastikan juga bagian kaca pembesar agar tidak kusam atau pecah sehingga menutupi angka dia kompas tersebut.

Sumber :  Abdul Jalil, Materi Kompas Pramuka : Jenis, Bagian dan Fungsi, Pramuka-Ku, https://pramukaku.com/materi-kompas-pramuka/, Diakses pada 6 Januari 2023.

Husnul Abdi, Cara Menggunakan Kompas Bidik yang Benar Dalam Pramuka, Liputan 6.com, https://hot.liputan6.com/read/4419779/cara-menggunakan-kompas-bidik-yang-benar-dalam-pramuka, Diakses pada 6 Januari 2023.


 Pantau dan update terus kegiatan PASPRATUROG dilaman dan media sosial resmi kami.

Author : Dept. Academy Activity - Editor : Dept. Teknologi Informasi dan Komunikasi

KABINET ZALFAASHA PASPRATUROG 2022
~Mandiri-Berani-Setia-Peduli~

 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)